Cuplikan trailer resmi film Resident Evil 2026 Zach Cregger
Cuplikan dari trailer resmi Resident Evil (2026) garapan Zach Cregger. Sumber: Sony Pictures Entertainment.
News

Trailer Resident Evil Cregger: Di Timeline Mana Filmnya?

Sony Pictures resmi merilis trailer film Resident Evil garapan sutradara Zach Cregger (Barbarian, Weapons) pada 23 Juli 2026. Film ini dijadwalkan tayang 18 September 2026, dan langsung memantik satu pertanyaan besar di kalangan fans: sebenarnya cerita ini duduk di bagian mana dari semesta Resident Evil?

Apa yang Diperlihatkan Trailernya

Alih-alih mengangkat tokoh ikonik seperti Leon atau Chris, film ini mengikuti karakter baru bernama Bryan (Austin Abrams), seorang kurir medis yang harus mengantar paket ke Raccoon City General Hospital. Satu malam berubah jadi mimpi buruk ketika wabah meledak, dan ia terjebak dalam perjuangan bertahan hidup melawan makhluk-makhluk mutan. Trailer menutup dengan namedrop “Raccoon City” sebagai jembatan jelas ke game.

Bryan membawa paket medis merah di koridor rumah sakit
Semua bermula dari pekerjaan biasa: mengantar paket medis ke rumah sakit. Sumber: trailer resmi Sony Pictures Entertainment.

Di Timeline Mana Film Ini?

Cregger sudah menegaskan filmnya bukan adaptasi langsung dari game mana pun, melainkan cerita baru di dunia yang sama, sejajar dengan peristiwa wabah di Resident Evil 2 tetapi lewat sudut pandang berbeda.

Namun ada satu detail yang sempat bikin fans salah kaprah, dan Cregger sendiri yang meluruskannya lewat wawancara dengan IGN. Filmnya tidak berlatar 1998 seperti gamenya:

“It’s not 1998. It takes place in modern times. I know that during the events of Resident Evil 2, it’s not snowing. And yet, in this movie, I thought it would be better for the story and for the visual, you know, whatever I’m doing, if it was snowy.”

Zach Cregger kepada IGN

Jadi teka-teki salju yang bertebaran di trailer akhirnya terjawab. Itu bukan kesalahan riset, melainkan pilihan sadar sang sutradara demi kebutuhan cerita dan visual. Konsekuensinya, film ini paling tepat dibaca sebagai versi alternatif bernuansa modern dari peristiwa Raccoon City, bukan penceritaan ulang kanon RE2.

Menariknya, pembacaan fans terhadap trailer justru mengarah ke tempat yang sama. Banyak penonton menaruhnya di masa wabah Raccoon City, dan membandingkannya bukan dengan game utama, melainkan dengan spin-off bertema orang biasa. Seperti kata seorang penonton di kolom komentar trailer resmi:

“It gives a vibe of the Resident Evil Outbreak game, where the players are civilians, trying to survive the outbreak.”

komentar @annicejuni di trailer resmi YouTube

Perbandingan dengan Resident Evil Outbreak ini masuk akal, karena di game itu pemain juga memerankan warga sipil biasa yang berusaha selamat dari wabah, bukan agen atau tentara terlatih. Sudut pandang orang awam inilah yang tampaknya diambil sang film.

Jalanan kota bersalju penuh mobil terbengkalai di malam hari
Jalanan kota yang lengang dan penuh kendaraan terbengkalai, potret khas kota yang sudah lumpuh oleh wabah. Sumber: trailer resmi Sony Pictures Entertainment.

Lalu, Ke Mana Leon?

Karena filmnya sejajar dengan peristiwa RE2, fans langsung menyadari satu hal lucu: di gamenya, Leon Kennedy dan Claire Redfield juga sedang berjuang di Raccoon City pada momen itu. Kolom komentar pun dibanjiri candaan soal keberadaan Leon di suatu sudut kota.

“Leon is probably out there somewhere battling zombies with his buckled up knees.”

komentar @DOOMStudios di trailer resmi YouTube

Di balik guyonannya, ini justru memperkuat kesan bahwa film Cregger dan game RE2 memang berbagi panggung yang sama, cuma menyorot orang yang berbeda.

Kira-Kira Filmnya Bakal Seperti Apa?

Soal ini Cregger cukup gamblang. Ia mengaku sengaja tidak berusaha mengungguli gamenya, dan memilih membuat sesuatu yang terasa seperti penghormatan pada pengalaman memainkannya.

“I am not trying to adapt a video game. I’m not going to be able to do it better than the games. The games are so well executed… What I’m trying to do is make a Resident Evil movie that really is a love letter to the experience of playing a Resident Evil game.”

Zach Cregger kepada IGN

Ia bahkan merinci strukturnya, dan penjelasannya terdengar persis seperti deskripsi sebuah game survival horror:

“It’s about one character moving on foot from point A to point B, moving from set piece to set piece, location to location. Every location has its own unique threat. You have to keep in mind resource management. If this movie was a Resident Evil game, like call it Resident Evil 10, it wouldn’t feel weird.”

Zach Cregger kepada IGN

Frasa resource management itu bukan omong kosong. Trailernya sudah memperlihatkan adegan mengais laci demi sekotak peluru, momen yang langsung akrab bagi siapa pun yang pernah berhitung amunisi di game Resident Evil. Sebagian penonton pun menyambutnya sebagai pendekatan segar:

Tangan mengais laci berisi kotak peluru buckshot
Mengais laci demi sekotak peluru buckshot, momen yang langsung mengingatkan pada manajemen amunisi di game-nya. Sumber: trailer resmi Sony Pictures Entertainment.

“Love how this is basically gonna be a walk through of a game we haven’t played yet with a character we dont know yet.”

komentar @HAIRYMAN-13 di trailer resmi YouTube

Tentu tidak semua sepakat. Sebagian fans lama masih skeptis dan menuduh proyek ini “Resident Evil in name only” karena absennya karakter legendaris. Namun trailer terbaru, dengan koneksi Raccoon City yang lebih tegas, setidaknya berhasil meredam sebagian keraguan itu.

Jadi, menurutmu pendekatan “orang biasa di tengah wabah” ini bakal jadi napas baru buat adaptasi Resident Evil, atau fans tetap butuh Leon dan Chris di layar? Trailernya sudah tayang, dan sisanya tinggal menunggu 18 September.

Sumber

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan.