
Paten Controller Tanpa Tombol Sony, Ini Wujud Kontroler PS6?
Sebuah paten milik Sony Interactive Entertainment lagi-lagi bikin heboh soal masa depan PlayStation. Paten US20240269548A1 yang berjudul “Devices and methods for a game controller” menggambarkan sebuah controller tanpa tombol fisik sama sekali, murni mengandalkan layar sentuh. Pertanyaannya jelas: apakah ini bocoran kontroler PlayStation 6?
Controller Serba Layar Sentuh
Bayangkan gamepad yang seluruh permukaannya layar sentuh, tanpa satu pun tombol beneran. Itulah yang digambarkan patennya. Semua tombol muncul sebagai gambar di layar, dan kamu bisa memindah atau menata ulang posisinya sesuka hati cukup dengan sentuhan, mirip mengatur ikon di layar HP.
Kelemahan paling jelas dari kontrol layar kaca adalah hilangnya rasa “klik” saat menekan. Sony menyiasatinya dengan getaran (haptic) di titik tombol, supaya jari tetap merasa seperti menekan tombol sungguhan. Tata letak tombolnya pun disebut bisa berubah sendiri, menyesuaikan game yang kamu mainkan atau setelan yang kamu simpan.

Apakah Ini Kontroler PS6?
Tahan dulu ekspektasinya. Paten bukan berarti produk. Sony mengajukan ratusan paten tiap tahun dan sebagian besar tidak pernah dirilis. Paten sering cuma cara perusahaan mengunci ide, bukan tanda produk berikutnya bakal seperti itu.
Lagipula DualSense di PS5 justru sukses karena hal yang berlawanan, yaitu adaptive trigger dan getaran yang terasa nyata. Mengganti tombol asli dengan kaca sentuh berisiko bikin gamer kompetitif kabur, karena mereka mengandalkan rasa tombol dan hafalan jari. Jadi kalaupun teknologi ini muncul, kemungkinan besar bentuknya sebagai alat aksesibilitas atau pelengkap, bukan kontroler utama PS6.
Paten Sony Lain yang Mengintip ke PS6
Selain controller layar sentuh, ada dua paten Sony lain yang menarik dan belum pernah muncul di PlayStation mana pun.
Tombol dan Stick yang Bisa Berubah Keras-Empuk
Wajar kalau kamu langsung ingat adaptive trigger PS5. Tapi ini beda. Adaptive trigger cuma ada di dua tombol belakang, L2 dan R2, dan yang berubah cuma seberapa berat tarikannya. Paten WIPO WO2026110304 bicara soal hal lain: permukaan tombol dan sticknya sendiri bisa berubah dari keras jadi empuk, atau sebaliknya, mengikuti situasi di dalam game. Bukan sekadar menahan tarikan, tapi mengubah rasa tombol saat disentuh, dan bisa disesuaikan dengan selera pemain atau jenis game. Sony menyebut, mengubah rasa kontrol semacam ini selama ini sulit dilakukan.


Upscaling AI Generasi Berikutnya
Paten EP4686497A1 berjudul “Graphics processing” (diajukan Juli 2025) intinya soal upscaling, yaitu teknik memakai AI untuk mempertajam gambar dari resolusi rendah ke tinggi. Twist-nya: saat GPU mulai kewalahan, sistem tidak menurunkan resolusi seperti cara lama, melainkan sedikit mengurangi ketelitian hitungan AI-nya agar frame rate tetap mulus. PS5 Pro sebenarnya sudah punya upscaling AI bernama PSSR, tetapi metode di paten ini belum ada di produk mana pun dan tampak seperti penerusnya.

Jangan Kegeeran Dulu
Semua ini masih sebatas paten dan bocoran, bukan pengumuman resmi. Spesifikasi PS6 yang ramai beredar, seperti APU AMD, CPU Zen 5, dan GPU RDNA 4, juga berasal dari bocoran, bukan konfirmasi Sony. Sampai sekarang Sony belum mengumumkan PlayStation 6, termasuk tanggal rilis dan harganya.
Yang bisa kita tangkap dari kumpulan paten ini adalah arah yang sedang digarap Sony: kontrol yang lebih fleksibel dan grafis yang dibantu AI. Mana yang benar-benar mendarat di PS6, dan mana yang cuma jadi arsip, waktu yang akan menjawab.
Jadi, menurutmu controller tanpa tombol ini beneran masa depan PlayStation, atau sekadar eksperimen yang bakal ngendon di laci paten Sony?