
Xbox Helix dan Steam: Kenapa Konsep Perangkat Terbuka Xbox Kini Dipertanyakan
Windows Central menerbitkan analisis yang mempertanyakan apakah rencana Xbox Helix sebagai perangkat terbuka yang mendukung Steam dan game PC masih masuk akal, di tengah kenaikan harga memori dan perubahan strategi Xbox. Sebagian besar isinya argumen penulis, bukan pengumuman resmi.
Argumen itu ditulis Windows Central dalam artikel bertajuk “Xbox Helix and Steam, and why it no longer makes sense” yang terbit 28 Juli 2026. Nada tulisannya adalah opini dan proyeksi, terlihat dari pemakaian sudut pandang orang pertama dan framing di judulnya. Perlu dicatat sejak awal: klaim data paling penting di artikel ini bertumpu pada dokumen internal yang tidak bisa diperiksa pihak luar, jadi bacalah sebagai analisis, bukan laporan fakta baru.
Janji perangkat terbuka yang kini dianggap tidak lagi cocok
Menurut Windows Central, mantan CEO Xbox Phil Spencer dulu menggoda ide bahwa Project Helix akan menjalankan game PC, termasuk platform seperti Epic Games Store, membuka Xbox ke model bisnis ala PC gaming tapi dirancang untuk ruang keluarga. Poin ini hanya diparafrase, tanpa kutipan langsung atau tanggal pernyataan Spencer.

Inti argumennya sederhana. Sistem tertutup disubsidi penjualan software, sistem terbuka tidak. Kalau Xbox Helix jadi perangkat terbuka murni, Microsoft kehilangan subsidi itu dan terpaksa memberi harga selayaknya PC kelas atas, mahal untuk gamer konsol tradisional.
Harga memori bikin ekonominya berantakan
Windows Central menyebut fenomena yang mereka namai RAMpocalypse: permintaan infrastruktur AI mendorong harga chip memori ke level historis, membuat elektronik konsumen makin mahal. Menurut artikel itu, Nintendo Switch, PS5, dan Xbox Series X|S kini lebih mahal dibanding saat peluncuran, sesuatu yang mereka sebut pertama kali terjadi.

Sebagai gambaran ekstremnya, artikel menunjuk Steam Machine dari Valve yang menurut mereka dijual di atas $1000 untuk model dasar namun lebih lemah dibanding PS5 maupun Xbox Series X. Xbox Ally dari ASUS juga disebut seharga $999.99. Kedua angka harga ini hanya bersumber dari Windows Central, belum dikonfirmasi ke halaman resmi Valve atau ASUS.
Windows Central juga menulis, dengan menyebutnya sebagai kabar yang diterima penulis (“I’ve been told”), bahwa Xbox rugi sekitar $150 per unit Xbox Series X|S yang terjual belakangan ini akibat kenaikan harga memori, dan akan tetap rugi per perangkat bahkan setelah rencana kenaikan harga Agustus 2026. Ini berasal dari sumber anonim tanpa atribusi.
Data attach rate yang jadi tumpuan seluruh argumen
Bagian paling menentukan bersandar pada dokumen internal Xbox dari sekitar musim dingin lalu yang, menurut klaim mereka sendiri, “diterima dan diverifikasi Windows Central”. Dokumen ini tidak dipublikasikan, jadi keasliannya tidak bisa dicek pembaca.

Dari dokumen itu, Windows Central menyebut sekitar 75% pemilik Xbox Ally juga punya Xbox Game Pass Ultimate atau PC Game Pass. Di antara pemilik yang bukan pelanggan: kalau ia juga punya konsol Xbox, sekitar seperempatnya melakukan pembelian di ekosistem PC Xbox. Kalau ia bukan pemilik konsol Xbox, angka itu anjlok ke sekitar 2%, yang mereka tafsirkan sebagai tanda hampir semua pengguna baru langsung ke Steam. Tidak ada ukuran sampel atau metodologi yang disebutkan.
Dari sini artikel menyimpulkan: kalau Xbox Helix jadi “Steambox” bagi pengguna baru, profitabilitas harus keluar dari harga hardware di muka, atau Microsoft bisa rugi besar di ekosistem perangkat.
PlayStation menarik diri dari PC, satu keunggulan Helix ikut hilang
Windows Central berargumen bahwa daya tarik Helix dulu sebagian datang dari kemungkinan memainkan game PlayStation lewat Steam. Mereka menyebut PlayStation “mengumumkan secara internal” bahwa akan berhenti membuat port Steam dan PC untuk judul pemain tunggalnya, setelah sempat bereksperimen membawa God of War dan The Last of Us ke PC. Klaim keputusan internal Sony ini tidak punya pengumuman resmi yang bisa diperiksa.

Di sisi Xbox, artikel menyebut CEO baru Asha Sharma menarik game Xbox dari PlayStation ke depan. Kabar tentang perubahan arah Sharma ini sejalan dengan laporan lain. Geeks + Gamers, mengutip Bloomberg, melaporkan pada Juni 2026 bahwa Sharma disebut menarik trailer Halo: Campaign Evolved dari State of Play Sony di menit akhir dan sedang menilai ulang strategi eksklusivitas Xbox. Indy100 pada 23 Juli 2026 juga mencatat langkah Xbox soal backward compatibility di PC di tengah reaksi keras terhadap keputusan Sony menghentikan produksi disc fisik mulai 2028.
Apa yang tersisa dari rencana perangkat terbuka
Windows Central sendiri mengakui game PlayStation di PC “hardly moved the needle”, karena PC punya banyak judul eksklusif Windows dan judul di luar Steam seperti World of Warcraft. Artikel juga menyebut Sharma sudah menyatakan Xbox Helix tetap akan mendukung game PC, dan menyinggung kontrak chip hibrida PC-konsol AMD “Magnus”, meski kalimat itu terpotong di bahan sehingga tidak utuh.
Jadi posisinya: ini pertanyaan strategi yang belum berjawab, bukan pembatalan yang sudah diumumkan. Kalau harga hardware terus naik dan pengguna baru lari ke Steam, subsidi software yang selama ini menopang konsol jadi taruhannya. Menurut kamu, perangkat Xbox generasi berikutnya lebih baik tetap terbuka ala PC, atau kembali jadi kotak tertutup demi harga yang terjangkau?
Sumber
Windows Central: Xbox Helix and Steam, and why it no longer makes sense
Geeks + Gamers: Asha Sharma dilaporkan tarik reveal Halo dari State of Play