
Review HoYo FEST 2026 Jakarta: Antre Dulu, Baru Main
HoYo FEST 2026 singgah lagi ke Jakarta, dan hal pertama yang menyambut pengunjung bukan booth, bukan standee, melainkan antrean. Penulis datang di hari ketiga, Sabtu 1 Agustus 2026, tiba di lokasi pukul 07.30 WIB, dan baru berdiri di dalam venue tepat pukul 10.00. Dua setengah jam untuk acara yang ternyata selesai dijelajahi dalam tiga jam.

Acaranya di mana dan berapa harganya
HoYo FEST 2026 digelar 30 Juli sampai 2 Agustus 2026. Di Jakarta lokasinya di City Hall, Pondok Indah Mall 3. Tanggal yang sama berlaku di lima kota lain di Asia Tenggara: Bangkok, Kota Ho Chi Minh, Kuala Lumpur, Manila, dan Singapura.

Tiketnya dijual lewat Loket dengan dua kelas utama untuk kunjungan sehari: Regular Rp77.500 dan Fast Pass Rp250.000. Ada juga tiket empat hari seharga Rp235.000. Semua tiket memberi Tiket Hologram Eksklusif HoYo FEST 2026 dan satu tiket undian berhadiah.
Fast Pass: selisih satu jam yang menentukan
Penulis memakai Fast Pass, dan bedanya kelihatan sejak pintu masuk. Pemegang Fast Pass sudah berada di dalam pukul 10.00, sementara jalur Regular baru mulai bergerak masuk di atas pukul 11.00. Selisihnya kira-kira satu jam.

Yang perlu dicatat, antrean di luar gedung justru tidak terlalu panjang. Yang panjang ada di dalam mall, mengular sampai tiga lantai. Jadi jangan menilai situasi dari apa yang terlihat di trotoar.

Di dalam venue, pemisahan jalur berlanjut ke hampir semua aktivitas. Masalahnya, beberapa booth berdiri terlalu berdekatan sampai antreannya tumpang tindih, dan sulit membedakan mana barisan Regular dan mana Fast Pass.
Challenge-nya banyak, tapi terasa formalitas
Aktivitas di dalam berbentuk rangkaian challenge yang menghasilkan stamp, lalu stamp ditukar dengan freebies. Yang sempat penulis ikuti antara lain main game HoYoverse di berbagai platform, tebak karakter, tebak simbol Zenless Zone Zero, dan tantangan mengunggah ke media sosial.

Sebagai pengalaman, nilainya 4 dari 10. Sebagian besar terasa sebagai formalitas untuk mengumpulkan stamp, bukan permainan yang benar-benar dirancang untuk seru. Bentuknya berulang: tebak-tebakan, lalu antre lagi.

Contoh paling jelas ada di booth Zenless Zone Zero. Antreannya melingkar dan panjang, isi kegiatannya tebak-tebakan, dan hadiahnya pembatas buku atau stiker. Dengan waktu tunggu sepanjang itu, hasilnya tidak sepadan.

Satu aktivitas terpaksa penulis lewatkan: tantangan unggah media sosial. Antreannya terlalu panjang dan tenaga sudah habis untuk memposting ke beberapa platform sekaligus, padahal rewardnya justru terlihat paling layak di antara yang lain.
Soal freebies, isinya kebanyakan kartu bergambar dan postcard. Biasa saja, dan sekali lagi tidak sepadan dengan antrean yang harus dilalui untuk mendapatkannya.


Merchandise: titik terpadat, tapi antreannya paling rapi
Area merchandise jadi tempat paling padat sepanjang kunjungan, terutama pada rentang pukul 10.00 sampai 12.00. Uniknya, justru di sinilah antrean terasa paling terkendali. Panitia memasukkan pembeli per gelombang 7 sampai 10 orang, dan gelombang berikutnya baru masuk setelah yang sebelumnya selesai.

Penulis membawa pulang dua Nendoroid: Phainon seharga Rp1 juta dan satu mini Nendoroid blind box di kisaran Rp200 ribuan. Beberapa item sudah ludes lebih dulu, di antaranya akrilik Blade dan akrilik LVL999.

Daftar merchandise eksklusif sendiri sudah diumumkan HoYoverse sebelum acara: stand akrilik chibi, set stiker bordir, tas penyimpanan, bantal karakter, sampai blind box gantungan karakter dengan desain berbeda tiap negara.
Venue terlalu kecil untuk acara sebesar ini
Ini keluhan utama penulis. Aula City Hall terasa sempit untuk skala pengunjung HoYo FEST, dan konsekuensinya menjalar ke mana-mana.

Tempat duduk minim dan hanya tersedia di area makan. Tenant makanannya cuma tiga. Toilet berada di luar venue, tapi kondisinya bersih. Sinyal aman, tidak ada masalah untuk aktivitas yang menuntut akses aplikasi atau unggah media sosial.
Untuk crowd control, panitia layak dipuji. Seorang staf di lokasi menyebut jumlah pengunjung hari itu sekitar 3.000 orang, angka yang belum dikonfirmasi lewat pengumuman resmi. Dengan kepadatan sebesar itu, alurnya masih terorganisir dan tidak terasa berbahaya. Catatannya tetap satu: beberapa booth terlalu berdempetan sampai jalur Regular dan Fast Pass bercampur.

Kegiatan resmi Genshin Impact
Sebagai pembanding, ini daftar resmi aktivitas Genshin Impact versi HoYoverse. Di zona absen ada “Aku Seorang Traveler” yang meminta pengunjung menunjukkan UID untuk mendapat tiket hologram, “Kenangan Teyvat” yang menukar unggahan media sosial bertagar dengan foto film karakter, dan “Pengingat dari Paimon!” untuk yang berlangganan kanal resmi. Di stan offline ada “Pengumpul Kilat” dan “Pesta Teh Rahasia Fatui” dengan sesi foto bersama Sandrone.


Penilaian: 7 dari 10
Angka itu bukan karena acaranya buruk, tapi karena porsinya kurang. Seluruh isi HoYo FEST 2026 Jakarta bisa diselesaikan dalam dua sampai tiga jam sekali jalan. Penulis sendiri hanya menghabiskan tiga jam di dalam, dan itu sudah termasuk antre merchandise.
Masalahnya bertumpuk di tiga hal: tempatnya terlalu kecil, ragam challenge-nya sedikit, dan jumlah booth-nya terbatas. Waktu tunggu yang panjang tidak sebanding dengan isi aktivitas maupun freebies yang didapat.

Acara ini paling cocok untuk pendatang baru yang belum pernah merasakan event HoYoverse, dan untuk yang datang memburu fanservice dari IP-IP HoYoverse. Kalau ekspektasimu adalah aktivitas mendalam atau pengalaman yang butuh seharian penuh, siapkan ekspektasi berbeda.
Untuk edisi berikutnya, empat hal yang paling perlu dibenahi: perbanyak ragam challenge, cari venue yang lebih luas, tambah jumlah dan variasi booth, dan buat freebies yang lebih layak ditukar dengan waktu antre pengunjung.