Tangkapan layar Pictective
Kredit: Noobzilla

Review Pictective 2: Puzzle Rapi Garapan Duo Yogyakarta

Pictective 2: Around The World adalah game puzzle kasual buatan Noobzilla, duo suami istri asal Yogyakarta. Konsepnya sederhana sampai terdengar remeh: cocokkan potongan foto kecil dengan lokasinya di foto besar. Tapi penulis menilainya 9 dari 10, dan alasan utamanya bukan pada mekaniknya, melainkan pada seberapa rapi semuanya dikerjakan.

Menu utama Pictective 2: Around The World
Doma sang detektif dan Oyen si buronan, dua kucing yang jadi wajah seri ini. Kredit: Noobzilla

Dua orang di Yogyakarta

Noobzilla bukan studio besar. Isinya dua orang, dan mereka pasangan suami istri: UB memegang programming, Estu memegang art. Keduanya sempat lima tahun bekerja bareng di sebuah studio game sebelum memutuskan berdiri sendiri pada 2017.

Foto UB dan Estu, duo pendiri Noobzilla, di samping logo studio
UB dan Estu, dua orang yang menggerakkan Noobzilla dari Yogyakarta. Kredit: Red Hare Studios/Noobzilla

Nama studionya sendiri lahir dari gabungan nama panggilan mereka di dunia maya. UB dulu memakai nama “N-UB” saat bermain Dota, sementara Estu dikenal sebagai “Nekozilla”. Mereka bercanda menyebut Noobzilla sebagai usaha keluarga, dan sebagian besar karyanya bertema kucing.

Sebelum Pictective, nama mereka lebih dulu dikenal lewat seri Cats and Seek, game mencari kucing tersembunyi di dalam ilustrasi padat.

Cuplikan Cats and Seek, game hidden object buatan Noobzilla
Cats and Seek, seri yang lebih dulu membesarkan nama Noobzilla. Kredit: Noobzilla

Rekam jejaknya di Steam terbilang mentereng untuk ukuran tim dua orang. Cats and Seek: Osaka berstatus Overwhelmingly Positive dengan 1.811 ulasan positif dari total 1.844. Pictective pertama berstatus Very Positive dengan 52 ulasan positif dari 54. Pictective 2 sendiri masih Mostly Positive di angka 12 dari 16 ulasan, wajar karena baru rilis April 2026 dan jumlah ulasannya belum banyak. Semua angka itu tercatat saat tulisan ini dibuat.

Cara mainnya

Di layar ada satu foto besar, dan di sisi kanan berjejer potongan kecil dari foto itu. Tugas pemain mencari lokasi tiap potongan di foto besar, lalu menandainya. Setelah semua potongan ketemu, ada satu tugas penutup: menemukan logo kucing yang diselipkan di suatu sudut foto.

Gameplay Pictective 2 dengan foto Menara Eiffel dan panel potongan foto di kanan
Potongan foto berjejer di kanan, foto utuhnya di tengah. Kredit: Noobzilla

Alat bantunya cuma dua: slider zoom di sisi kiri, dan satu tombol hint berbentuk kaca pembesar. Selebihnya mata sendiri yang bekerja. Tidak ada hukuman kalau salah menandai, jadi tekanannya datang dari mode yang dipilih, bukan dari sistem penalti.

Tanda lingkaran merah pada objek yang sudah ditemukan di Pictective 2
Objek yang sudah ketemu ditandai lingkaran merah, dengan penghitung di bagian atas. Kredit: Noobzilla

Satu level rata-rata habis 5 sampai 10 menit. Isinya 12 negara, masing-masing dengan 9 foto: Prancis, Jepang, Jerman, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Yunani, Swiss, Polandia, Portugal, dan Turki. Sepanjang bermain, penulis tidak pernah menemukan foto yang diulang, baik di negara yang sama maupun berbeda.

Lima mode, dan dua di antaranya benar-benar mengubah permainan

Sebelum masuk level, pemain memilih mode. Ada lima, dan tiap foto punya keterangan lokasi serta kredit fotografernya.

Layar pemilihan mode Pictective 2: Normal, Sepia, Panic, Random, Mirror
Lima mode yang tersedia di Pictective 2. Kredit: Noobzilla
  • Normal, mode dasar tanpa tekanan apa pun.
  • Sepia, seluruh foto diubah jadi cokelat sehingga warna tidak lagi bisa jadi petunjuk.
  • Panic, diberi tenggat 4 sampai 5 menit.
  • Random, susunan potongannya diacak.
  • Mirror, potongan foto dibalik sehingga mata harus bekerja dua kali.
Mode Sepia di Pictective 2 dengan foto berwarna cokelat
Mode Sepia mencabut warna sebagai petunjuk. Kredit: Noobzilla
Mode Mirror di Pictective 2 dengan potongan foto yang dibalik
Mode Mirror membalik potongan fotonya. Kredit: Noobzilla

Yang paling seru menurut penulis adalah Panic. Game yang tadinya santai berubah jadi pemacu adrenalin begitu ada hitungan mundur di pojok layar. Mode ini juga punya catatan rekor waktu, jadi ada alasan mengulang level yang sudah selesai.

Mode Panic di Pictective 2 dengan timer 04:55 di pojok kiri bawah
Mode Panic memberi tenggat sekitar lima menit per level. Kredit: Noobzilla

Sepia dan Panic berfungsi sebagai pembeda tingkat kesulitan yang nyata, bukan sekadar ganti tampilan. Koin yang terkumpul dari permainan bisa ditukar dengan puzzle gambar yang bisa disusun, tambahan kecil yang memberi tujuan di luar mengejar rekor.

Bandingkan dengan Pictective pertama

Seri pertamanya, Pictective, rilis 10 Desember 2025, empat bulan sebelum seri kedua. Strukturnya sudah sama: 12 kategori foto, masing-masing 9 foto.

Layar pemilihan level Pictective pertama dengan tiga ikon mode
Kartu level Pictective pertama hanya menampilkan tiga ikon mode. Kredit: Noobzilla

Bedanya ada di jumlah mode. Deskripsi resmi Pictective pertama hanya menyebut mode sepia dan mode timer sebagai tantangan tambahan, dan itu terlihat di kartu levelnya yang cuma memuat tiga ikon. Deskripsi resmi Pictective 2 menegaskan penambahannya: dua mode baru, Random dan Mirror.

Perbedaan kedua ada di tema foto. Seri pertama memakai kategori umum seperti Town & City, Garden, dan Shop, sementara seri kedua mengelompokkan foto berdasarkan negara dan banyak memakai landmark yang dikenal.

Gameplay Pictective pertama dengan foto interior toko topeng
Pictective pertama memakai kategori umum, termasuk interior toko yang padat objek. Kredit: Noobzilla
Gameplay Pictective pertama dengan foto kawasan Asakusa dan penanda Wanted
Fondasi mekaniknya sudah ada sejak seri pertama, termasuk perburuan Oyen. Kredit: Noobzilla

Untuk pemain baru, penulis menyarankan langsung ke seri kedua. Mekaniknya identik, tapi pilihan modenya lebih banyak dan tema perjalanan antarnegara membuat urutan levelnya terasa punya arah.

Yang bikin nyaman dimainkan lama

Tidak ada foto yang objeknya terlalu kecil atau terlalu buram, sehingga tidak ada momen merasa dicurangi. Zoom-nya nyaman dan tetap tajam saat diperbesar. Musik dan efek suaranya enak didengar dan terasa memuaskan tiap kali satu objek berhasil ditemukan.

Sepanjang pengujian, penulis tidak menemukan bug sama sekali. Mouse saja sudah cukup, tidak ada kebutuhan tombol lain.

Penilaian: 9 dari 10

Pictective 2 tahu persis apa yang ingin jadi. Mekaniknya jelas, asetnya rapi, musiknya enak, dan pemain bisa memilih sendiri mau santai lewat Normal atau menaikkan tensi lewat Panic. Untuk penyuka puzzle kasual, di harga Rp19.499 atau saat diskon Rp15.599, ini sangat sepadan.

Yang bisa ditambahkan di seri berikutnya sebenarnya tinggal soal tantangan. Mode gabungan Mirror plus Panic akan menarik untuk pemain yang sudah hafal polanya, dan mode kompetitif melawan pemain lain akan memberi umur panjang yang belum dimiliki seri ini.

Sumber

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan.