
Review Bail Force: Ide Bagus, Variasinya Cepat Habis
Bail Force: Cyberpunk Bounty Hunters menjanjikan action roguelite dengan musuh yang beradaptasi pada gaya bertarung pemain. Setelah 30 sampai 40 kali mati, dua ending tuntas, dan 12 dari 17 achievement, penulis sampai pada satu kesimpulan: fondasinya benar, tapi variasinya habis jauh sebelum gamenya selesai.

Apa yang dijual
Game ini dikembangkan SeblaccSoft dan diterbitkan YSY Softworks, rilis di Steam pada 16 Januari 2026. Harganya Rp84.500, dan saat tulisan ini dibuat sedang diskon 25 persen jadi Rp63.375.
Latarnya distopia setelah perang AI, ketika kejahatan merajalela dan pemburu bayaran jadi jalan keluar. Presentasinya pixel art dengan potongan ilustrasi bergaya anime di adegan cerita.

Lima level, dan hukuman yang tidak sebanding
Strukturnya lima level, dan tiap level berisi 4 sampai 5 stage. Satu stage habis 5 sampai 6 menit, jadi menuntaskan satu level saja butuh sekitar setengah jam. Progresi permanennya bertumpu pada uang yang dikumpulkan antar-run.

Di sinilah masalah pertama muncul. Uang sangat lambat terkumpul, sementara hukumannya berat: mati di level 4 berarti kembali ke level 1. Dengan hitungan di atas, satu kematian bisa menghapus lebih dari satu jam permainan, dan yang menanti setelahnya adalah stage-stage yang sudah kita hafal.
Soal karakter, di atas kertas keduanya berbeda. Angel punya HP 300, STR 39, DEX 25, DEF 17, RES 9. Lea punya HP 250, STR 33, DEX 30, DEF 15, RES 10.


Keduanya sama-sama punya serangan jarak dekat dan jarak jauh, hanya beda titik beratnya. Angel unggul di pedang dan pukulan, Lea di SMG, rifle, dan shotgun. Super mode-nya pun berbeda: Angel mendapat bilah besar plus shield, Lea memperlambat waktu.

Angkanya beda, tapi di lapangan perbedaan itu tidak sebesar yang dijanjikan angka-angka tersebut. Selisih 50 HP dan beberapa poin stat tidak mengubah cara bertahan hidup, karena ancaman yang dihadapi tetap sama persis.
Ceritanya sendiri berbeda, dan di sinilah nilai lebih memainkan keduanya. Angel bergerak karena dendam atas temannya yang dibunuh kriminal, sedangkan Lea mengejar perdamaian dan hanya mau menindak yang benar-benar bersalah.
Dua motif itu tidak berjalan sejajar begitu saja. Tanpa membocorkan detailnya, ada titik ketika keduanya bertabrakan, dan kampanye kedua punya taruhan personal yang tidak dimiliki kampanye pertama. Ini alasan paling kuat untuk menamatkan dua-duanya.
Sayangnya bobot naratif itu tidak diimbangi variasi permainan, karena jalur, tipe musuh, dan stage yang dilalui tetap sama.
Janji “musuh beradaptasi” perlu dibaca ulang
Deskripsi Steam menjanjikan musuh yang beradaptasi dengan gaya bertarung pemain. Tutorial dalam game menjelaskan maksudnya lebih spesifik lewat Adaptive Combat System: saat pemain mengumpulkan cukup banyak kill dengan melee atau ranged, daya serangnya naik, tapi sebagian stat musuh ikut naik dan pola spawn berubah.

Jadi yang beradaptasi adalah angka dan titik kemunculan, bukan perilaku. Dan itu terasa jelas saat bermain: penulis menyerang dengan pola monoton sepanjang run, musuh tetap membalas dengan pola serangan yang sama. Bagi pemain yang mengharapkan lawan berubah taktik ketika kita spam serangan jarak dekat, ekspektasi itu tidak akan terpenuhi.
RNG-nya pun hanya menyentuh layout map. Jenis musuh dan pola serangannya konstan, sehingga pengulangan setelah mati terasa nyaris identik dengan percobaan sebelumnya.
Sistem penangkapan yang gampang terlewat
Ada satu mekanik yang justru berpotensi menjawab masalah ekonomi tadi, dan penulis melewatkannya selama bermain: Arrest System. Menurut tutorialnya, musuh manusia bisa ditangkap hidup-hidup untuk mendapat gold jauh lebih banyak daripada membunuhnya, dengan menahan tombol tertentu saat darah musuh sudah menipis.

Ini catatan penting sekaligus kritik. Mekanik yang seharusnya jadi solusi utama untuk masalah paling terasa di game ini, yaitu uang yang sulit terkumpul, disampaikan sekali lewat layar tutorial lalu tidak pernah diingatkan lagi selama permainan. Tidak ada penanda di layar saat musuh siap ditangkap, tidak ada dorongan agar pemain mencobanya. Akibatnya, pemain bisa menamatkan cerita tanpa pernah menyentuhnya dan menyimpulkan ekonominya rusak.

Combat feel: bagian yang paling perlu dibenahi
Ini keluhan terbesar penulis. Hit stop terasa kaku, umpan balik suara datang terlambat, dan respons input tidak instan. Gabungan ketiganya membuat memukul musuh terasa hambar, padahal efek visualnya sendiri sudah cukup baik.
Opsi bertahan cuma satu: dash. Sayangnya dash tidak menyelesaikan ancaman terbesar, karena serangan jarak jauh musuh tetap mengenai pemain. Tidak ada parry, tidak ada block, sehingga pilihan pemain sempit ketika layar mulai ramai.

Penyebab kematian paling sering pun bukan kesalahan membaca musuh, melainkan jebakan yang warnanya menyamar dengan latar sehingga nyaris tak terlihat. Ini persoalan keterbacaan visual, dan di game yang menghukum kematian dengan mengulang dari level 1, dampaknya berlipat.
Bug yang bikin karakter terjebak
Satu masalah teknis yang penulis temui cukup serius: karakter terjebak di tengah stage dan tidak bisa melanjutkan ke jalur mana pun. Area di sekitarnya hanya berupa bidang hitam kosong tanpa lantai maupun dinding yang bisa dipijak, sehingga tidak ada jalan keluar ke sisi kiri maupun kanan.
Di game yang menghukum kematian dengan mengulang dari level 1, bug seperti ini mahal. Pemain yang terjebak tidak punya pilihan selain mati atau keluar dari permainan, dan dua-duanya berarti kehilangan progres yang sudah dikumpulkan sepanjang run.
Yang justru dikerjakan dengan baik
Presentasi ceritanya niat. Ada karakter bos dengan potret dan dialog bergaya visual novel, bukan sekadar palang darah yang muncul lalu hilang.

Penutupnya juga digarap dengan ide yang segar: alih-alih layar teks, ending disajikan lewat tampilan mirip platform video bernama CrowdTube, lengkap dengan komentar penonton yang berdebat soal tindakan sang tokoh. Detail kecil yang membuat dunianya terasa hidup.


Ada juga sentuhan yang bikin pemain Indonesia tersenyum: salah satu item konsumsi di game ini bernama Cilok.
Selain bug tadi, dari sisi performa tidak ada keluhan. Game berjalan lancar di GTX 1660 tanpa crash. Kontrol keyboard maupun controller sama-sama berfungsi baik. Kualitas visual dan audio secara umum penulis nilai 6 dari 10, dengan catatan bahasa yang tersedia baru bahasa Inggris.
Kenapa penulis berhenti di 12 dari 17 achievement
Sisa lima achievement bukan soal keterampilan, melainkan soal ketekunan. Beberapa di antaranya menuntut pemain mati 50 sampai 100 kali, dan sebagian lain menuntut pengulangan permainan dari awal. Sebagai pembanding, penulis mati 30 sampai 40 kali sampai menuntaskan dua ending.

Di game yang variasi run-nya terbatas, tuntutan seperti itu berubah jadi pekerjaan, bukan tantangan.
Catatan cerita, mengandung spoiler
Peringatan spoiler. Bagian berikut membahas titik balik cerita yang baru muncul setelah menamatkan salah satu kampanye. Kalau kamu belum memainkannya dan tidak ingin kejutannya hilang, lompati saja sampai bagian Penilaian.
Kampanye Lea menempatkan pemain berhadapan langsung dengan Angel. Dendam Angel atas kematian temannya membuatnya menolak berhenti, sementara Lea berpendirian urusan itu harus diserahkan kepada orang yang tidak membawa dendam pribadi.



Yang menarik, keduanya tidak digambarkan sebagai benar dan salah. Lea tidak menganggap Angel penjahat, dan Angel tidak menganggap Lea musuh. Sekadar dua prinsip yang tidak bisa hidup bersamaan, dan pemainlah yang sudah merasakan keduanya dari sisi dalam.
Buat penulis, ini bagian terbaik Bail Force, sekaligus bukti bahwa masalah game ini murni ada di perulangan gameplay-nya, bukan di ambisi ceritanya.
Penilaian: 7 dari 10
Bail Force punya identitas yang jelas, cerita yang digarap serius, dan ide presentasi yang di atas rata-rata untuk game sekelasnya. Fondasi itulah yang menahan nilainya tetap di angka 7.
Yang menahan lebih tinggi juga jelas: game loop-nya cepat kehabisan variasi, ekonominya terasa menghukum, dan rasa memukulnya belum memuaskan.
Soal harga, di angka normal Rp84.500 penulis menilai belum sepadan karena durasi kontennya pendek dan cepat tamat. Di harga diskon Rp63.375 pun rasanya masih tinggi untuk isi yang ditawarkan.
Empat hal yang paling perlu dibenahi developer: perbanyak ragam challenge dan tipe musuh, perbaiki hit stop dan respons input, buat jebakan lebih mudah dibedakan dari latar, dan tampilkan Arrest System secara lebih menonjol agar ekonominya tidak terasa buntu sejak awal.